
TL;DR
Struk dan nota sama-sama berfungsi sebagai bukti transaksi, tapi punya perbedaan mendasar. Struk dicetak otomatis oleh mesin kasir atau sistem POS, sedangkan nota bisa ditulis tangan dan biasanya dibuat rangkap dua. Keduanya wajib memuat identitas usaha, tanggal transaksi, rincian barang, dan total pembayaran.
Setiap kali Anda berbelanja di minimarket, selembar kertas kecil keluar dari mesin kasir sebagai bukti pembayaran. Itulah struk. Tapi ketika Anda membeli bahan bangunan di toko kelontong, penjual justru menulis rincian belanjaan di kertas rangkap dengan tulisan tangan. Itulah nota. Keduanya sering disebut “struk nota” secara bersamaan, padahal ada perbedaan penting yang perlu Anda pahami, terutama jika Anda mengelola usaha dan butuh pencatatan keuangan yang rapi.
Apa Itu Struk?
Struk adalah bukti transaksi yang dicetak secara otomatis oleh mesin kasir atau sistem Point of Sale (POS). Menurut penjelasan Wikipedia, struk merupakan alat bukti pembelian atau penerimaan dalam sebuah transaksi yang menjadi bukti sah bahwa barang yang dibeli sudah menjadi milik pembeli.
Struk biasanya dicetak pada kertas thermal berukuran kecil, sekitar 5,7 cm hingga 8 cm lebarnya. Format dan isi struk diatur otomatis oleh sistem, sehingga hasilnya seragam untuk setiap transaksi. Anda bisa menemukannya di supermarket, restoran, SPBU, hingga transaksi perbankan melalui ATM.
Apa Itu Nota?
Nota adalah bukti transaksi jual beli yang bisa ditulis secara manual atau dicetak, biasanya dibuat rangkap dua. Lembar pertama diberikan kepada pembeli, sedangkan lembar kedua disimpan penjual sebagai arsip dan bahan pencatatan keuangan.
Berbeda dengan struk yang seragam, nota memberikan fleksibilitas lebih kepada penjual. Format bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha, dan tidak memerlukan perangkat khusus untuk membuatnya. Cukup dengan kertas nota rangkap dan pulpen, transaksi sudah tercatat.
Perbedaan Struk dan Nota
Meskipun keduanya berfungsi sebagai bukti transaksi, struk dan nota punya beberapa perbedaan mendasar:
| Aspek | Struk | Nota |
|---|---|---|
| Cara pembuatan | Dicetak otomatis oleh mesin kasir atau POS | Ditulis tangan atau dicetak manual |
| Format | Seragam, diatur oleh sistem | Fleksibel, bisa disesuaikan |
| Jumlah salinan | Satu lembar (untuk pembeli) | Rangkap dua (pembeli dan penjual) |
| Media | Kertas thermal | Kertas HVS atau kertas karbon |
| Daya tahan | Tulisan bisa memudar seiring waktu | Lebih tahan lama |
| Perangkat | Butuh mesin kasir atau printer POS | Cukup kertas dan pulpen |
Satu hal yang sering dilupakan: struk dari mesin kasir menggunakan kertas thermal yang tulisannya bisa memudar dalam hitungan bulan. Jika Anda menyimpan struk sebagai bukti garansi atau keperluan pajak, sebaiknya foto atau scan struk tersebut sesegera mungkin.
Baca juga: Contoh Budaya Kerja Positif di Perusahaan dan Jenisnya
Komponen yang Harus Ada di Struk Nota
Baik struk maupun nota, ada beberapa komponen penting yang sebaiknya selalu tercantum. Menurut Mekari Jurnal, komponen utama bukti transaksi meliputi:
- Identitas usaha: nama toko atau perusahaan, alamat, dan nomor kontak
- Nomor transaksi: nomor urut yang memudahkan pelacakan dan pengarsipan
- Tanggal transaksi: kapan pembelian dilakukan
- Rincian barang atau jasa: nama item, jumlah, dan harga satuan
- Total pembayaran: jumlah keseluruhan yang harus dibayar, termasuk pajak jika ada
- Metode pembayaran: tunai, kartu debit, kartu kredit, atau e-wallet
Untuk nota manual, biasanya ditambahkan kolom tanda tangan penjual dan pembeli. Kolom ini penting terutama untuk transaksi dalam jumlah besar atau pembelian yang disertai garansi.
Contoh Struk Nota dalam Berbagai Usaha
Format struk dan nota bisa berbeda tergantung jenis usahanya. Berikut beberapa contoh penerapannya:
Struk Minimarket atau Supermarket
Ini adalah jenis struk yang paling sering ditemui. Dicetak otomatis oleh mesin kasir, berisi daftar semua barang yang dibeli lengkap dengan harga satuan, jumlah, diskon (jika ada), total bayar, uang yang diberikan, dan kembalian. Beberapa minimarket juga mencantumkan poin reward atau promo di bagian bawah struk.
Nota Toko Bangunan
Toko bangunan umumnya masih menggunakan nota tulis tangan. Formatnya sederhana: nama barang, jumlah, harga satuan, dan total. Nota ini dibuat rangkap dua, satu untuk pembeli dan satu untuk arsip toko. Untuk pembelian dalam jumlah besar, nota ini juga bisa menjadi dasar pembuatan invoice.
Struk Nota Restoran
Restoran biasanya menggunakan sistem POS yang mencetak struk dengan rincian menu yang dipesan, pajak restoran (PB1 sebesar 10%), dan service charge jika ada. Beberapa restoran juga membedakan antara bill (tagihan sebelum bayar) dan struk (bukti setelah bayar).
Cara Membuat Nota untuk Usaha Kecil
Jika Anda menjalankan usaha kecil dan belum punya mesin kasir, membuat nota manual adalah solusi yang praktis dan murah. Menurut Kledo, Anda bisa menggunakan kertas nota rangkap yang tersedia di toko alat tulis dengan ukuran standar seperdelapan folio (sekitar 8,25 cm x 10,8 cm).
Berikut langkah-langkahnya:
- Siapkan kertas nota rangkap dua (biasanya putih untuk pembeli, merah atau kuning untuk arsip)
- Tulis nama toko, alamat, dan nomor kontak di bagian atas
- Cantumkan tanggal transaksi dan nomor nota
- Buat kolom untuk nama barang, jumlah, harga satuan, dan subtotal
- Tulis total pembayaran di bagian bawah
- Bubuhkan tanda tangan atau stempel toko
Untuk usaha yang sudah mulai berkembang, Anda bisa beralih ke nota cetak atau menggunakan aplikasi kasir yang tersedia di smartphone. Banyak aplikasi POS gratis yang bisa mencetak struk langsung dari printer bluetooth portable.
Mengapa Struk Nota Penting untuk Bisnis?
Struk dan nota bukan sekadar formalitas. Ada beberapa alasan penting mengapa setiap transaksi perlu dicatat dengan benar:
- Pencatatan keuangan: struk dan nota menjadi data dasar untuk menyusun laporan keuangan harian, bulanan, dan tahunan
- Bukti garansi: banyak produk yang memerlukan struk asli untuk klaim garansi
- Keperluan pajak: bukti transaksi diperlukan untuk pelaporan dan penghitungan pajak usaha
- Penyelesaian sengketa: jika ada ketidaksesuaian antara barang yang diterima dan yang dipesan, struk atau nota menjadi bukti utama
- Kontrol inventaris: nota pembelian membantu memantau keluar masuknya stok barang
Memahami perbedaan struk dan nota membantu Anda memilih sistem pencatatan yang paling sesuai dengan skala usaha. Untuk usaha kecil yang baru mulai, nota manual sudah cukup memadai. Seiring pertumbuhan bisnis, beralih ke sistem POS dengan struk otomatis akan membuat pencatatan lebih efisien dan minim kesalahan.
FAQ
Apa perbedaan utama struk dan nota?
Struk dicetak otomatis oleh mesin kasir atau sistem POS, sedangkan nota bisa ditulis tangan dan biasanya dibuat rangkap dua. Struk menggunakan kertas thermal, sementara nota menggunakan kertas HVS atau kertas karbon.
Komponen apa saja yang harus ada di struk nota?
Komponen wajib meliputi identitas usaha (nama dan alamat toko), tanggal transaksi, rincian barang atau jasa, harga satuan, jumlah, dan total pembayaran. Untuk nota manual, biasanya ditambahkan kolom tanda tangan.
Apakah struk bisa dipakai sebagai bukti garansi?
Ya, struk sering diminta sebagai syarat klaim garansi. Namun, karena struk thermal bisa memudar seiring waktu, sebaiknya Anda memfoto atau memindai struk sesegera mungkin setelah pembelian.
Bagaimana cara membuat nota untuk usaha kecil?
Anda bisa menggunakan kertas nota rangkap dua yang tersedia di toko alat tulis. Tulis identitas toko di bagian atas, lalu buat kolom untuk tanggal, nama barang, jumlah, harga, dan total. Alternatifnya, gunakan template nota gratis dari aplikasi pembukuan.


